Pages

Sep 5, 2010

Centurion (2010)

 
"History is written in blood"

AD 117. The Roman Empire stretches from Egypt to Spain, and East as far as the Black Sea. But in northern Britain, the relentless onslaught of conquest has ground to a halt in face of the guerrilla tactics of an elusive enemy
: the savage and terrifying tribes known as the Picts.

Quintus, sole survivor of a Pictish raid on a Roman frontier fort, marches north with General Virilus’ legendary Ninth Legion, under orders to wipe the Picts from the face of the earth and destroy their leader Gorlacon.

But when the legion is ambushed on unfamiliar ground, and Virilus taken captive, Quintus faces a desperate struggle to keep his small platoon alive behind enemy lines, evading remorseless Pict pursuers over harsh terrain, as the band of soldiers race to rescue their General, and to reach the safety of the Roman frontier.


video

Tahun 117 Sebelum Masehi, kekaisaran Romawi telah berhasil menaklukkan banyak wilayah. Bahkan sampai Mesir dan Spanyol pun saat itu bertekuk lutut di bawah kekaisaran Romawi. Sayangnya, masih ada satu ganjalan yang belum bisa dituntaskan tentara Romawi yang gagah perkasa. Ada satu suku di Skotlandia yang masih memberontak dan tak ada pasukan Romawi yang berhasil menaklukkan suku ini.

Quintus Dias (Michael Fassbender) adalah Centurion pasukan Romawi yang berhasil lolos dari sergapan pasukan bangsa Picts. Seluruh pasukan Quintus dibantai habis dan hanya Centurion ini saja yang berhasil lolos. Untungnya Quintus bertemu pasukan Romawi yang dipimpin oleh Titus Flavius Virilus (Dominic West).

Titus sendiri sebenarnya ditugaskan untuk menumpas bangsa Picts dan membunuh pemimpinnya. Sayangnya misi ini juga tak berjalan dengan lancar karena tak lama kemudian pasukan Titus juga menghadapi serangan bangsa Picts. Kali ini hanya ada enam orang saja yang berhasil selamat termasuk Quintus Dias. Kini Quintus tak lagi bisa menghindar. Ia harus memimpin lima orang bawahannya untuk menyelamatkan Titus sebelum mereka semua bisa pulang kembali ke markas pasukan.

Walaupun mungkin masih tak sebanding dengan GLADIATOR ataupun 300 namun CENTURION juga tak bisa dipandang sebelah mata. Naskah memang tipis namun sepertinya memang bukan itu tujuan Neil Marshall membuat film berlatar sejarah ini. Sebagai sebuah hiburan, CENTURION tetaplah film yang menarik meski di sana-sini masih ada yang seharusnya bisa diperbaiki.

Seperti sudah disebut, naskah film ini terlalu tipis. Alur kisah yang ditawarkan sangat sederhana. Masih seputar Legion kesembilan yang legendaris itu. Tak ada yang magis soal film ini. Titik pusat film ini adalah pada pertempuran sengit yang terjadi saat itu. Agaknya, meski masih berbau fiksi namun Neil tak mau menyentuh urusan sihir agar tak terlihat mengekor beberapa film lain yang sempat dibuat.

Dari sisi akting, Michael Fassbender, Dominic West, dan Olga Kurylenko jelas tak banyak masalah tapi kalau mau jujur, yang paling menarik mungkin adalah akting Olga yang terlihat lebih baik daripada saat ia bermain sebagai Bond Girl. Chemistry antara Michael Fassbender dan Imogen Poots pun terlihat alami sementara Dominic West juga layak memerankan Virilus.

Neil cukup efektif dalam menangkap gambar. Sebagian besar pengambilan gambar dilakukan dari jarak jauh sehingga pemandangan indah Skotlandia bisa terekspos dengan baik. Sayangnya ini justru membuat para pemeran seolah tak begitu penting lagi. Neil juga tak terjebak membuat aktor dan aktris terlihat tampan dan cantik karena memang begitu seharusnya. CGI memang tak terlalu mewah namun masih dalam batas efektif untuk membuat semuanya terlihat realistis. --disadur dari kapanlagi.com--

Starring: Michael Fassbender, Dominic West, Olga Kurylenko & Andreas Wisniewski
Director: Neil Marshall
Runtime: 97 minutes

Source : imdb.com movieweb.com kapanlagi.com 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...